Sedikit Tentang Genre Porngrind Di Indonesia
Porngrind mungkin terasa asing di telinga kita, terutama di dalam industri musik Indonesia. Ya, di Indonesia mungkin sudah biasa terdengar genre musik pop melayu, ataupun rock, tapi bagaimana dengan sebuah music bergenre Porngrind?, terdengar dari namanya mungkin sedikit mengandung pornografi. ya, Porngrind memang percabangan dari musik underground bergenre grindcore, grindcore sendiri adalah genre musik yang berkembang di inggris sekitar tahun 80-an yang dipelopori oleh band napalm death, jadi Porngrind itu sendiri dapat dikatakan musik grindcore yang bertemakan tentang pornografi, genre musik dengan tema Pornografi ini mungkin agak sedikit aneh bagi kita yang awam dengan musik underground karena memang kurang terekspose oleh media.
Di Indonesia sendiri genre Porngrind sudah berkembang sejak awal tahun 2000-an, Criminal Vagina adalah salah satu pelopor band bergenre porngrind di Indonesia, band asal jember yang terbentuk tahun 1999 hingga saat ini masih aktif di dunia musik underground. Band Porngrind di Indonesia juga tidak lepas dengan ciri khas genre porngrind itu sendiri yaitu dengan lirik bertema tentang pornografi, jika melihat judul-judul lagu mereka mungkin terasa aneh, Contoh “ Infeksi Liang senggama, Surga di bawah lubang m*mek, onani missal dll”, dengan melihat judul tersebut mungkin yang terlintas di pikiran kita apa isi dari lagu tersebut ?, lirik-lirik yang terdapat dalam setiap lirik porngrind biasanya berceritakan tentang kejadian atau kisah yang mengandung pornografi yang mungkin sulit untuk dipahami, tapi lirik-lirik seperti itulah yang selama ini selalu diteriakkan oleh mereka, yang mungkin sebagai bentuk pengungkapan fakta yang ada di lingkungan masyarakat Indonesia, seperti perkosaan, sex bebas ataupun prostitusi.
Selain dengan lirik yang unik, penampilan band bergenre porngrind saat tampil live juga sangat berbeda, ada beberapa band yang tampil cukup unik dan ekstrim saat perform, kita ambil contoh band Sexual Silence dari surabaya dan Modol Morot dari mojokerto, mereka tampil di panggung dengan vocalis setengah telanjang (hanya memakai celana dalam), mungkin dengan penampilan seperti itu mereka ingin menunjukan ciri khas meraka sebagai band porngrind, mungkin masih banyak lagi band-band yang lain yang berpenampilan seperti itu saat tampil di panggung.
Mungkin ada yang mengatakan bahwa musik porngrind itu terlalu jorok, Tapi mereka para pemusik porngrind selalu menuangkan ide sebagai bentuk pengungkapan fakta yang ada di masyarakat. Dengan keberagaman jenis musik di Indonesia, genre porngrind tetap mempunyai nilai seni tersendiri dan tidak ada maksud melecehkan siapapun.
Salah satu cover CD band Porngrind
Salah satu penampilan band Porngrind
+copy.jpg)
